Pengalaman Menjelang mati (NDE)


Pengalaman Menjelang mati (NDE)
Seorang teman berkata:
seperti nya anda memang blom mengerti, mungkin anda perlu untuk hidup untuk beberapa tahun lagi agar anda tau dan sadar..

- dimana anda berdiri
- siapa anda
- bagaimana cara kerja dunia ini
- apa saja asesoris pelengkap manusia agar bisa bertahan hidup,
- apa saja perlu di persiapkan untuk mati

Karna, percaya ato tidak..saya pernah berjalan mengelilingi tubuh saya sewaktu kecelakaan beberapa tahun yang lalu..dan dari situ saya mengetahui bahwa setiap manusia yang sudah mati..roh mereka tidak akan bergentanyangan di bumi ini untuk mengunjungi ato mendatangi orang2 yang dikenalnya tapi roh-roh tsbt akan pergi kepada sang pencipta….
dan semua roh2 yang gentanyangan di bumi ini adalah iblis yang menjelma/mengambil bentuk manusia yang sudah mati tadi untuk mempengaruhi manusia menuju jalannya..
semua hal itu diberitahu oleh sesuatu yang bentuknya seperti matahari, bercahaya hingga saya tak sanggup untuk melihatnya dan saya hanya menunduk melihat cahaya itu..

Sejak saat itu saya tidak pernah percaya akan hantu/roh yang bergentanyangan di bumi, karena mereka tidak sejalan dengan saya..
saya hanya mengatakan yang sejujurnya, terserah pada teman2 untuk mempercayai ato tidak..

Love,
The Djojoch

Reply saya:

Ok, saya percaya.
Anda mengalami NDE.
NDE (Near Death Experience) dialami oleh banyak orang, dan sifatnya subjektif. Itulah mengapa sains sampai saat ini masih belum mampu mengungkapkannya.
Ada orang yang melihat cahaya merah muncul di depannya dan menariknya. Bahkan bila saudara jo akrab dengan Guns n Roses, pada lagu terakhir album Use Your Illusion 1 terdapat pengalaman pribadi axel rose saat ia dalam kondisi koma karena OD. Kebetulan judulnya juga Coma dan merupakan lagu dengan durasi terpanjang dalam seluruh album GnR.
Jutaan orang mengatakan bahwa mereka mengalami NDE dan pastinya lebih banyak lagi yang mengalaminya namun tidak mau menceritakannya. Saya salut dengan rekan jo disini yang mau bercerita mengenai hal tersebut kepada kita semua. Sebagai contoh sebuah badan statistik di amerika mencatat 8-12 juta orang mengalami NDE yang intinya bercerita tentang hidup sesudah mati itu seperti apa; di Inggris, ditemukan 7 dari 10 orang percaya pada apa yang ia saksikan pada saat NDE dan hal tersebut meyakinkan mereka bahwa hidup sesudah mati itu ada.

Mari kita lihat NDE dari orang lain
Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana nenek saya sesaat sebelum meninggal mengatakan bahwa ada burung merak yang terbang dan hinggap di pintu kamar, tepat di belakang saya duduk waktu itu.
Jack Foreman,seorang teknisi angkatan laut, yang berhasil selamat, menceritakan bahwa ia menyaksikan seluruh kisah hidupnya terpampang didepannya seperti sebuah film di bioskop. mulai dari saat ia di dalam rahim, dibaptis saat kecil, peristiwa memalukan saat ia mengotori celananya waktu kecil. iapun mendengar suara ribut yang semakin lama semakin keras keluar dari sebuah lorong gelap dengan sumber cahaya super terang di ujung lorong tersebut. Cahaya ini mulai berujud manusia dan berpesan padanya, “Engkau mesti pergi.” Kemudian segalanya yang telah ia saksikan kembali bergerak mundur dengan cepat hingga ia kembali ke rahim dan akhirnya sadar dari koma.

Penelitian Dr. Susan Blackmore menyimpulkan bahwa keyakinan dalam hidup sesudah mati tidaklah perlu bagi seorang yang mengalami NDE:
“NDE terjadi pada orang2 yang ‘tidak beriman pada hari akhir’ : baik itu atheist maupun seorang pendosa. “
Howard Storm dan beberapa atheist terkenal yang mendapat kesempatan kedua mengakui diselamatkan oleh yesus saat ia akan dimasukkan neraka. Sehingga setelah hidup kembali ia menjadi orang beriman. Namun sebaliknya, malah ada atheist yang semakin kuat ke atheisannya setelah mengalami NDE, seperti Daniel C Dennett.

Penelitian dari Gerry Lougrhan,pada tahun 2001. Terhadap 50 peristiwa NDE yang di alami khusus oleh atheist mendapatkan data sbb:
1. 75% merasakan perasaan cinta yang sangat luar biasa
2. 65% merasakan telepati mental
3. 100% mengalami review kehidupan (dari bayi hingga saat itu)
4. 75% mengatakan melihat ‘Tuhan’
5. 50% merasakan kegembiraan yang teramat sangat
6. 63% merasakan mendapatkan sebuah pengetahuan yang tak terbatas
7. 25% merasakan mengunjungi dunia akhirat (dalam berbagai versi)
8. 13% merasakan mendapat pesan bahwa ia belum saatnya mati
9. 50% merasakan bertemu dengan Yesus
10. 50% merasakan rasa takut yang teramat sangat
11. 13% merasa diberitahu mengenai hidupnya di masa lalu
12. 50% merasa berada atau melihat neraka
13. 25% merasa berada atau melihat sumber pengetahuan universal

Hal2 yang tidak ditemukan dalam NDE yang dialami atheist, namun ditemukan pada NDE yang dialami oleh theist antara lain
1. Atheist tidak merasakan di ingatkan bahwa ia memiliki sebuah pengetahuan yang tidak dia ketahui.
2. Atheist tidak merasakan di kunjungi atau mengunjungi teman2 lamanya yang telah tiada.
3.Atheist tidak merasa melihat roh berada di antara orang2.
4. Tidak ada atheist yang mengalami NDE akibat dari usaha bunuh diri
5. Atheist tidak melihat adanya setan, iblis atau mahluk menyeramkan lainnya.

Kesimpulan dari data ini menurut Gerry adalah :
Fakta bahwa tidak ada atheist yang melihat roh berada di antara manusia dan tidak pula melihat iblis, menunjukkan bahwa apa yang ia ingin kita lihat pada saat mati, itulah yang akan kita lihat pada NDE. Atheist ingin tahu apakah tuhan itu benar2 ada atau tidak, maka ia melihat tuhan pada saat NDE.

Teori:
Begitu banyak teori misalnya teori dari bidang kedokteran, dan neurologi, evolusi juga ada. Dari bidang teistik ada penjelasan keagamaan. belum lagi teori tentang adanya kuasa kegelapan dan teori dimensi tinggi.
Para agamawan merasa bahwa ini adalah bukti adanya hidup sesudah mati dan bukti adanya tuhan. Di sisi lain, ilmuwan, terus bekerja di laboratorium untuk mengkaji secara ilmiah hal ini, terutama lewat sains neuro, khususnya model kesadaran behavioral dan psikobiologis.
Penelitian mengungkapkan bahwa kondisi NDE dapat dibuat pada subjek yang sehat lewat setting terapi memakai teknik desensitisasi dan reprosesing gerakan mata (EMDR). Subjek mengalami kondisi2 seperti yang dialami oleh orang yang merasakan NDE. Dengan kata lain NDE bukan lagi dapat diartikan pengalaman menjelang kematian, tetapi salah satu pengalaman yang dibangkitkan otak dari sekian banyak pengalaman yang dapat kita rasakan dalam hidup sehari2.

Penemuan ini sangat berharga bagi ilmuan untuk meneliti peristiwa NDE dengan mengasumsikan bahwa segala yang dirasakan oleh seorang yang mengalami terapi EMDR atau penggunaan obat2an tertentu yang menghasilkan NDE, sama dengan yang dirasakan oleh orang yang benar2 mengalami NDE. Tentunya secara statistik. Lagi pula sangat sulit bagi ilmuan untuk meneliti subjek yang benar2 dalam kondisi NDE. Pasalnya, orang itu harus dibuat hampir mati dulu. Tentunya sangat tidak manusiawi.
Penelitian menunjukkan adanya penigkatan aktivitas lobus temporal dari otak manusia yang terjadi saat terapi. Daerah ini adalah daerah pengendali emosi pada manusia.

Kesimpulannya:
Apa yang saudara jo rasakan tidaklah mengkonfirmasi bahwa apa yang saudara jo lihat itu benar. Ia dirasakan oleh saudara jo, karena saudara jo ingin menyaksikan itu. Seperti dalam iklan leo stick,”apa permintaan terakhirmu?” kata kepala suku? “Leo.” jawab jo. Lho koq jadi iklan. Wehe. Pada prinsipnya, otak memaksakan diri untuk mengalami sesuatu yang di inginkan untuk di lihat sebelum mati. Mungkin karena setelah mati, hal tersebut tidak lagi dapat dirasakan. Tentu saja, apa yang dilihat tersebut, adalah produk dari imajinasi dalam otak (sadar atau tidak sadar) sebelumnya, bukan kenyataannya.